SD/MI Tiga Tahun Selalu Meraih Nilai Tertinggi

Wartasidoarjo.com - Kabupaten Sidoarjo kembali meraih nilai tertinggi dalam ujian SD/MI tahun 2016. Siswa siswi SD/MI di wilayah yang dipimpin H.Saiful Ilah ini mengalahkan Surabaya yang notabene memiliki anggaran pendidikan lebih besar.


Dalam Daftar peringkat Kota/Kabupaten yang dirilis Diknas Jatim itu, Sidoarjo memimpin di urutan 1. Dengan jumlah peserta 27.473 siswa, berhasil mencatat nilai 82.71 untuk Bahasa Indonesia, 86.41 untuk Matematika dan 86.81 untuk mata pelajaran IPA, sehingga total 255.93.

Di urutan 2 Kabupaten Mojokerto, meraih nilai Bahasa Indonesia 80.92, Matematika 85.75 dan IPA 86.03 dengan nilai total 252.70. Urutan ke 3 diraih kota Mojokerto dengan nilai total 249.15, masing masing Bahasa Indonesia 80.31, Matematika 82.70 dan IPA 86.14. Sedangkan Surabaya berada di urutan 31.

Prestasi membanggakan siswa siswi kota udang ini patut diapresiasi mengingat jumlah anggaran untuk pendidikan yang masih kalah jauh daripada Surabaya. Apalagi tidak hanya tahun ini saja, Sidoarjo merengkuh nilai tertinggi ini, tetapi sudah 3 tahun berturut turut.

Terkait pencapaian yang luar biasa ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sidoarjo, Mustain Baladan menaggapinya dengan rendah hati. Menurutnya prestasi ini bisa diraih karena ada sinergi yang bagus antar semua pihak. Selain upaya terukur dari Dinas Pendidikan Sidoarjo juga peran serta orang tua siswa untuk mendampingi belajar putra putrinya .

"Peran orang tua siswa sangat penting. Karena siswa jam belajarnya di sekolah terbatas. Waktu terbanyak untuk siswa adalah di lingkungan rumahnya. Di sinilah peran orang tua yang tak bisa dikesampingkan, terutama doa mereka kepada putra putrinya," ujar Mustain yang biasa dipanggil Abah Tain ini kepada wartasidoarjo.com, usai sholat Jumat, (17/6/2016) siang.

Mustain juga menyebutkan sistem pembelajaran yang efektif di sekolah menjadi salah kunci meraih nilai bagus. Sebab kalau sebelumnya untuk proses belajar mengajar guru yang selalu dominan dengan model satu arah, sejak Mustain memimpin Dinas Pendidikan Sidoarjo model tersebut dirubah.

"Guru tidak boleh lagi menerapkan cara mengajar yang monoton. Pengajar dituntut untuk mempraktekkan cara belajar yang menyenangkan dan menantang. Siswa diberi kebebasan untuk lebih aktif sehingga pembelajaran bisa dua arah. Ini salah satu cara pembelajaran yang efektif," ujar pejabat asli Sidoarjo ini.

Tak cukup sampai disitu, Dinas Pendidikan Sidoarjo juga telah merancang serangkaian try out kepada seluruh siswa kelas 6 SD/MI. Tujuannya try out akan melatih siswa untuk beradaptasi dengan kisi kisi soal ujian serta sebagai bentuk evaluasi setiap sekolah. Sebab hasil try out ini dikirim ke skolah sekolah untuk bahan evaluasi sehingga bisa melengkapi bila ada siswa yang kurang paham dengan materi soal.

Selain itu Dinas juga melibatkan kalangan pakar pendidikan dari Unesa, Universitas Negeri Malang dan juga USAID sebagai salah satu patner. Secara internal juga dilakukan pembinaan berupa pelatihan baik pada guru, siswa maupun pelatihan manajemen sekolah. "Ini penting untuk pendampingan dan perbaikan manajemen. Bila SDM bagus maka diharapkan output yang dihasilkan juga bagus," ujar Mustain.

Untuk tahun 2016 ini, anggaran pendidikan di Sidoarjo berkisar Rp.190 miliar, Rp64 miliar diantaranya untuk menjalankan kegiatan pendidikan. Sedangkan sisanya untuk perbaikan dan pengadaan infrastruktur.

Tahun ini untuk jenjang SMP/MTS, Sidoarjo berada di urutan ke 7 sedangkan jenjang SMA/SMK/MA Sidoarjo berada di urutan ke 2. (sony)

Guk Yuk

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

12 Maret 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membenarkan bahwa rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) yang dikirimkan ke Kemendagri, bukan hasil pembahasan dengan DPRD. Sebab, draf tersebut adalah...