Udang Vaname Desa Kemiri Siap Panen

Wartasidoarjo.com -  Udang vaname yang selama ini banyak dibudidayakan di areal tambak, kini mulai dicoba di tempat kolam non tambak. Ujicoba ini dilakukan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Desa Kemiri Sidoarjo.


Berbeda dengan budidaya dengan menggunakan media tambak, budidaya menggunakan media non tambak terlihat lebih hemat lahan. Seperti yang dilakukan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Desa Kemiri Sidoarjo.

Menurut pantauan Wartasidoarjo.com, Kolam non tambak ini dibuat dengan media dari plastik jenis vinyl yang biasa dipakai untuk reklame.

Plastik ini dibuat dengan bentuk melingkar atau kotak sesuai dengan pesanan. Agar plastik ini bisa berdiri tegak, di luar pastik itu dibuatkan rangka dari besi kecil. Di semua bibir pinggir plastik itu lantas diikat dengan tali ke rangka besi yang mengelilinginya.

Setelah plastik dan pipa instalasi untuk mengalirkan sirkulasi air dan udara dipasang, kolam lantas diisi air. Bisa air sungai atau air sumur. Kolam milik Desa Kemiri ini diisi dengan air sumur yang dialirkan melalui pompa air.

Kolam sintetis milik Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Desa Kemiri Sidoarjo ini dibuat cukup besar. Diameter atau garis tengahnya 5 meter dengan ketinggian 2,5 dari atas tanah.

Berbeda dengan kolam nila yang menggunakan area kolam langsung di atas tanah, saat memberikan makan udang tidak langsung ditebar di atas kolam. Ada tampah, alat yang terbuat dari anyaman belahan batang pohon bambu yang di belah berbentuk bundar, yang digunakan untuk media memberi makan udang.Tampah ini diberi tali untuk ditarik ke atas ketika udang akan diberi makan.

Makanan konsentrat yang disiapkan ditaruh di atas tampah dan tampah ditenggelamkan lagi ke dalam kolam hingga udang udang yang ada di dalamnya memakannya hingga habis.

"Kami memang baru mencobanya, akhir Maret atau awal April 2016 ini akan kami panen untuk pertamakalinya. Selama ini kan udang vaname banyak dibudidayakan di tambak atau kolam. Ini kami coba menggunakan kolam dari plastik," ujar Budi, Ketua Kelompok Budidaya Air Tawar Desa Kemiri Sidoarjo .(W1)

Guk Yuk

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

12 Maret 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membenarkan bahwa rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) yang dikirimkan ke Kemendagri, bukan hasil pembahasan dengan DPRD. Sebab, draf tersebut adalah...