Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Kemiri Kembangkan Nila dan Udang Vaname

Wartasidoarjo.com - Kelompok budidaya ikan air tawar kelurahan Kemiri Sidoarjo kini selain sedang mengembangkan ikan nila juga udang vaname. Rencananya pada akhir Maret 2016 ini udang tersebut akan dipanen untuk pertamakalinya.


Wartasidoarjo.com yang mendatangi lokasi budidaya  di halaman kantor balai desa Kemiri ini menyaksikan sendiri bagaimana perlakuan terhadap nila maupun udang tersebut.

Untuk ikan nila menempati areal kolam dari tanah yang terletak di sebelah timur balai desa. Kolam berukuran sekitar 10 x 25 meter. Saat ini usia ikan nila tersebut sudah sekitar 2 bulan.

"Saya rutin memberikan makan ikan nila ini setiap pagi jam 8 dan sore hari. Tidak boleh telat agar ikan cepat besar dan dipanen," kata Budi, petugas dari kelompok budidaya sambil melempar pakan ikan berupa konsentrat dan modifikasi cairan mengandung protein.

Kalau ikan nila ini sudah beberapa kali berhasil dipanen. Hasilnya lumayan, dengan harga perkilonya Rp.20 - 25 ribu. Apalagi kalau saat panen bersamaan dengan malam tahun baru, harga ikan nila melonjak tajam hingga Rp.35 ribu.

Sedangkan untuk budidaya udang vaname, memang baru ujicoba sejak 2 bulan lalu. Sebelumnya kelompok budidaya ikan tawar Kemiri tidak pernah mencoba udang fanami.

"Ya kami ingin mencoba udang vaname. Sampai saat ini sih belum pernah ada yang sampai mati meskipun menggunakan media dari plastik," kata Budi.

Berbeda dengan ikan nila, untuk udang vaname ini menggunakan plastik berbentuk melingkar dengan berukuran diameter 5 meter. Media ini dipesan khusus di Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo.

Untuk kolam buatan budidaya udang ini lokasinya ada di halaman depan balai desa. Tingginya sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah. Agar sirkulasi udara terjaga, ada pipa berisi air dan udara yang secara terus menerus mengucur ke dalam kolam.

Kelompok budidaya ikan tawar kelurahan Kemiri sendiri selama ini sering mendapat kunjungan dari kelompok lainnya karena dinilai berhasil. Sebab beberapa kali melakukan panen, hasilnya dinilai cukup memuaskan.(SK1)

Guk Yuk

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

Sekda Akui "Input" Data di "E-budgeting" Sebelum Pembahasan dengan DPRD

12 Maret 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membenarkan bahwa rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) yang dikirimkan ke Kemendagri, bukan hasil pembahasan dengan DPRD. Sebab, draf tersebut adalah...